Please use this identifier to cite or link to this item: http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/2596
Title: Polyherbal Teh Baper Untuk Obat Tradisional (Bioaktivitas, Potensi Dan Prospeknya)
Authors: Sudaryati, Ni Luh Gede
Adnyana, I Made Dwi Mertha
Wahyudi, I Wayan
Dewi, Ida Ayu Utari
Agustini, Desak Gede Dwi
Putra, I Gede Satya Wijaya
Keywords: Polyherbal Teh Baper Untuk Obat Tradisional (Bioaktivitas, Potensi Dan Prospeknya)
Issue Date: Oct-2024
Publisher: UNHI PRESS
Abstract: Buku "Polyherbal Teh Baper untuk Obat Tradisional: Bioaktivitas, Potensi dan Prospeknya" menyajikan kajian komprehensif mengenai formulasi inovatif polyherbal yang menggabungkan kulit bawang merah (Allium cepa L.), daun ciplukan (Physalis angulata L.), dan daun meniran (Phyllanthus urinaria L.). Buku ini mengeksplorasi potensi sinergi fitokimia dari ketiga komponen tersebut dalam upaya pengembangan obat tradisional terstandarisasi, menjembatani kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah modern sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pembahasan diawali dengan tinjauan mendalam tentang evolusi obat tradisional, dari jamu hingga fitofarmaka, serta tantangan dan peluang integrasinya dengan pengobatan konvensional. Selanjutnya, buku ini menyajikan analisis rinci profil botanis, fitokimia, dan farmakologis masing-masing tanaman penyusun, memberikan landasan ilmiah yang kuat untuk formulasi polyherbal. Fokus utama buku ini adalah evaluasi komposisi dan potensi terapeutik Teh Baper yang didukung oleh data analisis Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) yang mengungkapkan kehadiran senyawa bioaktif signifikan seperti dihydroxanthin, terpinen-4-ol, dan tetraacetyl-d-xylonic nitrile. Mekanisme aksi Teh Baper sebagai agen antioksidan, agen imunomodulator, dan antihipertensi diuraikan secara mendalam dengan penekanan pada interaksi sinergis antar komponen senyawa bioaktif. Buku ini juga mengeksplorasi relevansi Teh Baper dalam pengobatan tradisional Bali (Usada) yang menawarkan perspektif unik tentang integrasi kearifan lokal dengan validasi ilmiah modern. Lebih lanjut, buku ini membahas prospek pengembangan Teh Baper sebagai minuman fungsional, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka yang menyoroti potensi ekonomi dan terapeutiknya dalam industri obat herbal global. Aspek regulatori, standardisasi, dan tantangan dalam pengembangan produk dibahas secara kritis sehingga menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam validasi ilmiah dan jaminan kualitas. Metodologi penelitian yang digunakan mencakup studi fitokimia, farmakologi, dan toksikologi dengan penekanan pada uji preklinik untuk memvalidasi klaim terapeutik obat tradisional. Buku ini juga menggarisbawahi pentingnya studi farmakokinetik dan interaksi obat-herbal untuk memastikan keamanan dan efektivitas formulasi polyherbal. Buku ini menawarkan wawasan komprehensif tentang potensi polyherbal Teh Baper sebagai inovasi dalam pengobatan herbal berbasis bukti, dengan menekankan pentingnya pelestarian dan validasi ilmiah pengetahuan pengobatan tradisional. Dengan demikian, buku ini tidak hanya berkontribusi pada literatur ilmiah tentang pengembangan obat herbal, tetapi juga menyediakan kerangka kerja untuk penelitian masa depan dalam bidang etnofarmakologi dan pengembangan obat berbasis bahan alami bersumber dari tanaman.
Description: Buku "Polyherbal Teh Baper untuk Obat Tradisional: Bioaktivitas, Potensi dan Prospeknya" menyajikan kajian komprehensif mengenai formulasi inovatif polyherbal yang menggabungkan kulit bawang merah (Allium cepa L.), daun ciplukan (Physalis angulata L.), dan daun meniran (Phyllanthus urinaria L.). Buku ini mengeksplorasi potensi sinergi fitokimia dari ketiga komponen tersebut dalam upaya pengembangan obat tradisional terstandarisasi, menjembatani kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah modern sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pembahasan diawali dengan tinjauan mendalam tentang evolusi obat tradisional, dari jamu hingga fitofarmaka, serta tantangan dan peluang integrasinya dengan pengobatan konvensional. Selanjutnya, buku ini menyajikan analisis rinci profil botanis, fitokimia, dan farmakologis masing-masing tanaman penyusun, memberikan landasan ilmiah yang kuat untuk formulasi polyherbal. Fokus utama buku ini adalah evaluasi komposisi dan potensi terapeutik Teh Baper yang didukung oleh data analisis Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) yang mengungkapkan kehadiran senyawa bioaktif signifikan seperti dihydroxanthin, terpinen-4-ol, dan tetraacetyl-d-xylonic nitrile. Mekanisme aksi Teh Baper sebagai agen antioksidan, agen imunomodulator, dan antihipertensi diuraikan secara mendalam dengan penekanan pada interaksi sinergis antar komponen senyawa bioaktif. Buku ini juga mengeksplorasi relevansi Teh Baper dalam pengobatan tradisional Bali (Usada) yang menawarkan perspektif unik tentang integrasi kearifan lokal dengan validasi ilmiah modern. Lebih lanjut, buku ini membahas prospek pengembangan Teh Baper sebagai minuman fungsional, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka yang menyoroti potensi ekonomi dan terapeutiknya dalam industri obat herbal global. Aspek regulatori, standardisasi, dan tantangan dalam pengembangan produk dibahas secara kritis sehingga menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam validasi ilmiah dan jaminan kualitas. Metodologi penelitian yang digunakan mencakup studi fitokimia, farmakologi, dan toksikologi dengan penekanan pada uji preklinik untuk memvalidasi klaim terapeutik obat tradisional. Buku ini juga menggarisbawahi pentingnya studi farmakokinetik dan interaksi obat-herbal untuk memastikan keamanan dan efektivitas formulasi polyherbal. Buku ini menawarkan wawasan komprehensif tentang potensi polyherbal Teh Baper sebagai inovasi dalam pengobatan herbal berbasis bukti, dengan menekankan pentingnya pelestarian dan validasi ilmiah pengetahuan pengobatan tradisional. Dengan demikian, buku ini tidak hanya berkontribusi pada literatur ilmiah tentang pengembangan obat herbal, tetapi juga menyediakan kerangka kerja untuk penelitian masa depan dalam bidang etnofarmakologi dan pengembangan obat berbasis bahan alami bersumber dari tanaman.
URI: http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/2596
Appears in Collections:Arsip Lain

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Lamp. B1.b (1).pdfBuku "Polyherbal Teh Baper untuk Obat Tradisional: Bioaktivitas, Potensi dan Prospeknya" menyajikan kajian komprehensif mengenai formulasi inovatif polyherbal yang menggabungkan kulit bawang merah (Allium cepa L.), daun ciplukan (Physalis angulata L.), dan daun meniran (Phyllanthus urinaria L.). Buku ini mengeksplorasi potensi sinergi fitokimia dari ketiga komponen tersebut dalam upaya pengembangan obat tradisional terstandarisasi, menjembatani kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah modern sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pembahasan diawali dengan tinjauan mendalam tentang evolusi obat tradisional, dari jamu hingga fitofarmaka, serta tantangan dan peluang integrasinya dengan pengobatan konvensional. Selanjutnya, buku ini menyajikan analisis rinci profil botanis, fitokimia, dan farmakologis masing-masing tanaman penyusun, memberikan landasan ilmiah yang kuat untuk formulasi polyherbal. Fokus utama buku ini adalah evaluasi komposisi dan potensi terapeutik Teh Baper yang didukung oleh data analisis Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) yang mengungkapkan kehadiran senyawa bioaktif signifikan seperti dihydroxanthin, terpinen-4-ol, dan tetraacetyl-d-xylonic nitrile. Mekanisme aksi Teh Baper sebagai agen antioksidan, agen imunomodulator, dan antihipertensi diuraikan secara mendalam dengan penekanan pada interaksi sinergis antar komponen senyawa bioaktif. Buku ini juga mengeksplorasi relevansi Teh Baper dalam pengobatan tradisional Bali (Usada) yang menawarkan perspektif unik tentang integrasi kearifan lokal dengan validasi ilmiah modern. Lebih lanjut, buku ini membahas prospek pengembangan Teh Baper sebagai minuman fungsional, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka yang menyoroti potensi ekonomi dan terapeutiknya dalam industri obat herbal global. Aspek regulatori, standardisasi, dan tantangan dalam pengembangan produk dibahas secara kritis sehingga menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam validasi ilmiah dan jaminan kualitas. Metodologi penelitian yang digunakan mencakup studi fitokimia, farmakologi, dan toksikologi dengan penekanan pada uji preklinik untuk memvalidasi klaim terapeutik obat tradisional. Buku ini juga menggarisbawahi pentingnya studi farmakokinetik dan interaksi obat-herbal untuk memastikan keamanan dan efektivitas formulasi polyherbal. Buku ini menawarkan wawasan komprehensif tentang potensi polyherbal Teh Baper sebagai inovasi dalam pengobatan herbal berbasis bukti, dengan menekankan pentingnya pelestarian dan validasi ilmiah pengetahuan pengobatan tradisional. Dengan demikian, buku ini tidak hanya berkontribusi pada literatur ilmiah tentang pengembangan obat herbal, tetapi juga menyediakan kerangka kerja untuk penelitian masa depan dalam bidang etnofarmakologi dan pengembangan obat berbasis bahan alami bersumber dari tanaman.2.66 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.