Please use this identifier to cite or link to this item: http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/972
Title: Tradisi Ngedeblag dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat di Desa Pakraman Kemenuh Kecamatan Sukawati Kab. Gianyar
Authors: Ida Ayu Cipta Maha Dwija, I Wayan Watra
Keywords: Tradisi Ngedeblag, Sasih Kalima
Issue Date: 2020
Abstract: Umat Hindu selalu memegang teguh ajaran Tri Hita Karana yaitu tiga sumber yang mendatangkan kebahagiaan, yakni hubungan manusia dengan Ide Sang Hyang Widhi wasa yang disebut dengan Pariangan hubungan manusia dengan sesama manusia yang disebut dengan pawongan, dan hubungan manusia dengan alam sekitar yang disebut dengan Pelemahan. Tradisi ngedeblag merupakan salah satu bentuk implementasi sebagai wujud sradha dan Bhakti secara Niskala untuk mensejahterakan alam dari pengaruh bhutakala. Tradisi ini mulai dilakukan pada sasih kelima dengan menghaturkan Banten caru di depan rumah masing-masing, kemudian melanjutkan dengan tendunya ide susunan Ratu Agung yang diiringi oleh Irama dengan krama desa dan dengan mengolesi wajahnya dan membawa pohon jaket beserta alat-alat yang dapat mengeluarkan suara bising. Adapun permasalahan pada penelitian ini yaitu : 1) Bagaimana pelaksanaan tradisi ngedeblag di desa pekraman kemenuh? 2) Apakah fungsi tradisi ngedeblag di desa pekraman kemenuh? 3) Apakah makna dan tradisi ngedeblag di desa pekraman ke kemenuh? Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi, wawancara, dan kepustakaan. Teori religi untuk mengkaji prosesi tradisi ngedeblag di desa pekraman kemenuh, teori fungsional structural untuk mengkaji fungsi tradisi ngedeblag di desa pekraman kemenuh dan teori symbol untuk mengkaji makna teologi tradisi ngedeblag yang ada di desa pekraman kemenuh. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu sebagai berikut: 1) tradisi ngedeblag di desa pekraman kemenuh dilaksanakan mulai Kajeng Kliwon Sasi kelima dengan tahapan awal yakni Matur piuning kemudian Kajeng Kliwon berikutnya dilaksanakan tradisi ngedeblag untuk menyomia bhutakala. 2) Fungsi tradisi ngedeblag di desa pekraman kemenuh yaitu fungsi religi untuk meningkatkan sradha dan Bhakti kepada Tuhan fungsi social untuk mempererat tali persaudaraan antara krama Desa fungsi sebagai penolak bala yaitu yakni agar terhindar dari segala bencanan, 3) makna tradisi ngedeblag yang ada di desa pekraman kemenangan yaitu sebagai bentuk penghormatan terhadap kemahakuasaan Tuhan atau Ide Sang Hyang Widhi Wasa, makna kesucian yang dicerminkan dengan tulus ikhlasan masyarakat dalam melaksanakan tradisi ngedeblag , serta yang terakhir sebagai makna keharmonisan dan keseimbangan terhadap alam semesta.
URI: http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/972
Appears in Collections:ARTIKEL

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Peneltian 2019-2020(2).pdf9.95 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.