<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/30">
    <title>DSpace Collection: Ilmu Agama dan Kebudayaan</title>
    <link>http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/30</link>
    <description>Ilmu Agama dan Kebudayaan</description>
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/99" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/98" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/97" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-08T07:12:57Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/99">
    <title>TARI TOPENG LEGONG DALAM UPACARA DEWA YADNYA  DI PURA PAYOGAN AGUNG KETEWEL DESA PAKRAMAN KETEWEL, KECAMATAN SUKAWATI GIANYAR</title>
    <link>http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/99</link>
    <description>Title: TARI TOPENG LEGONG DALAM UPACARA DEWA YADNYA  DI PURA PAYOGAN AGUNG KETEWEL DESA PAKRAMAN KETEWEL, KECAMATAN SUKAWATI GIANYAR
Authors: NI PUTU ANIEK LAKSMITASARI
Abstract: Tari Topeng Legong dalam Upacara Dewa Yadnya di Pura Payogan Aagung&#xD;
Ketewel dijadikan objek penelitian karena tari Topeng Legong merupakan tari Wali yang&#xD;
disajikan pada saat upacara piodalan di Pura Payogan Agung Ketewel, yang jatuh pada hari&#xD;
Buda Kliwon Pagerwesi. Tari ini Sangat di keramatkan oleh masyarakat Ketewel, terbukti&#xD;
hanya ditarikan oleh anak perempuan yang belum akil balik. Dalam pelaksanaan Upacara&#xD;
tarian ini berfungsi sebagai pemuput karya atau penyidakaya dan sebagai penolak bala.&#xD;
Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif yang dapat mengangkat tiga&#xD;
permasalahan yakni: 1. Mengapa Tari Topeng Legong dipentaskan dalam Upacara Dewa&#xD;
Yadnya di Pura Payogan Agung Ketewel, 2. Bagaimanakah proses pementasan Tari Topeng&#xD;
Legong dalam Upacara Dewa Yadnya di Pura Payogan Agung Ketewel, 3. Apa fungsi dan&#xD;
makna Pementasan Tari Topeng Legong dalam Upacara Dewa Yadnya di Pura Payogan&#xD;
Agung Ketewel.&#xD;
&#xD;
Untuk mengupas masalah tersebut digunakan sejumlah konsep dan pandangan&#xD;
yang termuat dalam pustaka-pustaka (buku, jurnal, dan sebagainya). Landasan teori yang&#xD;
digunakan adalah teori religi, teori estetika, dan teori simbol.&#xD;
Struktur pertunjukan Tari Topeng Legong terdiri atas pengawit, pengawak, dan&#xD;
pengecet, dengan elemen-elemen pertunjukan seperti halnya gerak tari, busana, tempat&#xD;
pentas, musik iringan serta upakara (sesajen) merupakan peranan yang penting dalam&#xD;
pementasan&#xD;
Tari Topeng Legong dalam seni pertunjukan mengandung nilai agama dan&#xD;
budaya Hindu terutama bagi masyarakat Ketewel seperti halnya nilai ritual, nilai ketuhanan,&#xD;
nilai sosial dan nilai etika.</description>
    <dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/98">
    <title>PELESTARIAN TENUN CAGCAG DI KELURAHAN SANGKARAGUNG  KECAMATAN JEMBRANA KABUPATEN JEMBRANA</title>
    <link>http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/98</link>
    <description>Title: PELESTARIAN TENUN CAGCAG DI KELURAHAN SANGKARAGUNG  KECAMATAN JEMBRANA KABUPATEN JEMBRANA
Authors: I KADEK ARYA DWI PUTRA
Abstract: Tenun sebagai salah satu bentuk kesenian hampir berkembang di seluruh&#xD;
wilayah pulau Bali salah satu wilayah yang memiliki tradisi tenun yang memiliki&#xD;
kekhasan corak serta masih eksis saat ini adalah diwilayah Kabupaten Jembrana,&#xD;
tepatnya di Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana.&#xD;
Geliat gairah dan optimisme untuk menekuni kembali seni kerajinan tenun&#xD;
tradisional di Sangkaragung dengan sarana Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)&#xD;
baru kelihatan muncul lagi seiring dengan membaiknya situasi dan kondisi negara&#xD;
Republik Indonesia. Perangkat alat tenun bukan mesin (ATBM) cukup banyak.&#xD;
Kain tenun cagcag memiliki fungsi yang sangat penting, selain sebagai pakaian&#xD;
atau pelindung tubuh, juga merupakan bagian dari sarana dan prasarana ritual&#xD;
keagamaan dari kepercayaan masyarakat pendukungnya. Dalam sistem sosial&#xD;
budaya masyarakat tradisional, kain tenun cagcag memiliki keterkaitan sangat&#xD;
erat dengan berbagai aktivitas maupun upacara adat. Pesan moral yang disajikan&#xD;
melalui bentuk-bentuk simbol, sehingga dapat dijadikan tuntunan, tatanan, dan&#xD;
tontonan bagi Masyarakat setempat.&#xD;
Adapun permasalahan yang dibahas antara lain; 1) Mengapakah tenun&#xD;
cagcag di Sangkaragung masih dilestarikan keberadaannya? 2) Bagaimanakah&#xD;
bentuk pelestarian tenun cagcag di Kelurahan Sangkaragung? 3) Apakah&#xD;
implikasi pelestarian tenun cagcag terhadap keberadaan tenun cagcag di&#xD;
Kelurahan Sangkaragung? Data dikumpulakan melalui metode observasi,&#xD;
wawancara, dan studi dokument. Kemudian, data tersebut di atas dianalisis&#xD;
dengan menggunakan Teori Fungsional Struktural, Teori Estetika, dan Teori&#xD;
Semiotika.&#xD;
Hasil penelitian: (1) Yang mendasari sebagian masyarakat Sangkaragung&#xD;
menekuni kerajinan menenun ini adalah karena dapat membantu pendapatan&#xD;
suami dan ingin meneruskan kebudayaan daerah tercinta supaya tetap kekal. (2)&#xD;
Pengrajin kain tenun di Kelurahan Sangkaragung mampu menenun dari ilmu yang&#xD;
didapat dari orang-orang terdekatnya. (3) Dampak, secara etimologi adalah&#xD;
pengaruh kuat yang dapat mendatangkan akibat baik positif maupun negatif, atau&#xD;
dalam perspektif ekonomi berarti pengaruh suatu penyelenggaraan kegiatan&#xD;
terhadap perekonomian.</description>
    <dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/97">
    <title>EFEKTIVITAS PROGRAM SIGARET (SIMPANAN NGABEN NGERIT) DALAM PELAKSANAAN UPACARA PITRA YADNYA DI BR. PEGESANGAN DESA TEMESI, KABUPATEN GIANYAR</title>
    <link>http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/97</link>
    <description>Title: EFEKTIVITAS PROGRAM SIGARET (SIMPANAN NGABEN NGERIT) DALAM PELAKSANAAN UPACARA PITRA YADNYA DI BR. PEGESANGAN DESA TEMESI, KABUPATEN GIANYAR
Authors: I GUSTI AYU ANOM
Abstract: Ngaben merupakan contoh dari pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya.&#xD;
Wacana yang berkembang di masyarakat Bali umumnya dan masyarakat Desa&#xD;
Pakraman di Br. Pegesangan Desa Temesi Kabupaten Gianyar bahwa Ngaben&#xD;
selalu berkonotasi dengan upacara keagamaan dengan biaya yang sangat besar,&#xD;
sehingga tanpa tersedianya biaya yang besar, maka Upacara Ngaben tidak dapat&#xD;
dilaksanakan. Muncul pendapat yang tidak benar bahwa Ngaben itu “Ngabehin”&#xD;
yang artinya berlebihan. Kemudian pendapat yang keliru itu mentradisi banyak&#xD;
umat Hindu khususnya dimasyarakat Br. Pegesangan Desa Temesi. Mengingat&#xD;
biaya upacara Ngaben yang besar dan upacara Ngaben merupakan kebudayaan&#xD;
umat Hindu yang akan terus dilaksanakan di Br. Pegesangan Desa Temesi, maka&#xD;
kurang lebih 160 KK, sepakat membuat program SIGARET (Simpan Ngaben&#xD;
Ngerit) yang bertujuan untuk meringankan biaya ngaben bagi masyarakat Br.&#xD;
Pegesangan Desa Temesi Gianyar.&#xD;
Penelitian ini dilaksanakan untuk dapat memberikan jawaban mengenai&#xD;
alasan mengapa Program SIGARET ditawarkan pada masyarakat dipelaksanaan&#xD;
Upacara Pitra Yadnya di Br. Pegesangan Desa Temesi Kabupaten Gianyar , lalu&#xD;
sistem yang diterapkan dalam program SIGARET di Br. Pegesangan Desa Temesi&#xD;
Kabupaten Gianyar, dan juga implikasi program SIGARET dalam pelaksanaan&#xD;
Upacara Pitra Yadnya.&#xD;
Di dalam memberikan jawaban atas mengapa program SIGARET&#xD;
diterapkan dalam pelaksanaan upacara Pitra Yadnya di Br. Pegesangan Desa&#xD;
Temesi Kab. Gianyar akan dibedah dengan teori fenomologi. Untuk membedah&#xD;
pelaksanaan program SIGARET digunakan teori religi. Kemudian teori resepsi&#xD;
digunakan untuk membedah masalah yang ketiga yang terkait dengan efektivitas.&#xD;
Penelitian ini berbentuk rancangan kualitatif yang menghasilkan data&#xD;
deskritif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara,&#xD;
dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, data dianalisis dengan reduksi data,&#xD;
penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan analisis tersebut diperoleh&#xD;
bahwa Upacara Ngaben yang selalu identik dengan biaya yang besar dapat&#xD;
diringankan dengan mengunakan program SIGARET. Pelaksanaan program&#xD;
SIGARET membantu masyarakat Br. Pegesangan Desa Temesi untuk dapat&#xD;
melaksanaan upacara Ngaben yang merupakan tradisi turun temurun. Kemudian&#xD;
dengan adanya manajemen yang baik dari masyarakat Br. Pegesangan Desa&#xD;
Temesi, program SIGARET dapat terlaksana dengan efektif serta efesien.</description>
    <dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

