<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection: Pendidikan Agama Hindu</title>
    <link>http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/38</link>
    <description>Pendidikan Agama Hindu</description>
    <pubDate>Wed, 08 Apr 2026 06:48:30 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-08T06:48:30Z</dc:date>
    <item>
      <title>STRATEGI DIDAKTIK PEWARISAN BUDAYAWETU TELU PADA SUKU SASAK DI DESA LEMBUAK DAN DESA NYURLEMBANG, KECAMATAN NARMADA</title>
      <link>http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/102</link>
      <description>Title: STRATEGI DIDAKTIK PEWARISAN BUDAYAWETU TELU PADA SUKU SASAK DI DESA LEMBUAK DAN DESA NYURLEMBANG, KECAMATAN NARMADA
Authors: GUSTI AYU SANTI PATNI R.
Abstract: Budaya Wetu Telu adalah budaya asli suku Sasak yang merupakan&#xD;
akulturasi budaya Jawa, Bali, dan Islam. Dalam praktik keagamaan mereka&#xD;
tenggelam dengan adat istiadat. Di kalangan Islam sendiriWetu Telu dipandang&#xD;
sebagai agama Islam yang belum sempurna. Namun, sampai saat ini Wetu Telu&#xD;
tetap bertahan dengan melestarikan adat istiadatnya. Hal itu merupakan fenomena&#xD;
menarik untuk dikaji sebagai bahan disertasi “Strategi Didaktik Pewarisan Budaya&#xD;
Wetu Telu pada Suku Sasak di Desa Lembuak dan Desa Nyurlembang&#xD;
Kecamatan Narmada”. Fokus permasalahan dipusatkan pada: (1) bagaimanakah&#xD;
bentuk-bentuk warisan budaya Wetu Telu pada Suku Sasak di Desa Lembuak dan&#xD;
Desa Nyurlembang Kecamatan Narmada; (2) bagaimanakah strategi didaktik&#xD;
pewarisan budaya Wetu Telu pada Suku Sasak di Desa Lembuak dan Desa&#xD;
Nyurlembang Kecamatan Narmada; (3) bagaimanakah implikasi pewarisan&#xD;
budaya Wetu Telu bagi masyarakat Suku Sasak di Desa Lembuak dan Desa&#xD;
Nyurlembang Kecamatan Narmada. Penelitian ini dibedah dengan menggunakan&#xD;
tiga teori, yaitu adaptasi budaya, behaviorisme, dan fungsionalisme struktural .&#xD;
Jenis data dalam penelitian ini adalah kualitataif. Teknik pengumpulan data&#xD;
dilakukan dengan observasi, wawancara, studi dokumen, dan studi kepustakaan.&#xD;
Hasil temuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, bentuk-bentuk&#xD;
budaya Wetu Telu yang masih dipertahankan saat ini terdiri atas upacara,yaitu&#xD;
ritual hidup (gawe urip), ritual kematian (gawe pati), kesenian. Kedua, strategi&#xD;
yang digunakan untuk mempertahankan budaya Wetu Telu adalah strategi&#xD;
didaktik pewarisan budaya melalui pendidikan formal (inquiri sosial dan&#xD;
ekspositori), Informal (keteladanan, pembiasaan, dan nasihat) dan nonformal&#xD;
(pendidikan kecakapan hidup, pendidikan kepemudaan, dan pendidikan&#xD;
pemberdayaan perempuan). Ketiga, implikasinya terhadap masyarakat adalah&#xD;
terjadi penguatan pengetahuan agama, peningkatan hubungan solidaritas sosial,&#xD;
tercipta kerukunan antarumat beragama.</description>
      <pubDate>Tue, 01 Jan 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/102</guid>
      <dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

