Please use this identifier to cite or link to this item: http://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/101
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorI MADE NUHARI ANTA-
dc.date.accessioned2019-10-12T04:12:23Z-
dc.date.available2019-10-12T04:12:23Z-
dc.date.issued2018-
dc.identifier.urihttp://repo.unhi.ac.id/jspui/handle/123456789/101-
dc.description.abstractMenurut UU Nomor 1/PNPS/1965 tentang pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama, di Indonesia ada enam agama yang diakui secara resmi yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Tingginya tingkat kemajemukan dalam beragama di Indonesia memungkinkan terjadinya perkawinan dengan latar belakang agama yang berbeda atau perkawinan campuran. Di Indonesia, syarat sahnya sebuah perkawinan di atur dalam UU No. 1 Tahun 1974 pasal 2 di atur bahwa sebuah perkawinan sah secara hukum apabila dilakukan menurut hukum agama masing-masing pihak. Fenomena pernikahan dengan latar belakang agama berbeda banyak terjadi di Kota Denpasar, sebagian besar sebelumnya beragama non Hindu kemudian setelah menikah mereka kemudian bersepakat untuk memeluk agama Hindu. Pada awal perkawinan konversan merasa sulit untuk beragama Hindu. Pada kehidupan awal rumah tangganya semua pengerjaan upakara di ambil alih oleh mertuanya. Hal tersulit dalam beragama Hindu menurutnya pada saat akan sembahyang karena persiapan ritualnya sangat banyak dan berbagai permasalahan lainya. Didalam keluarga Hindu tugas dan tanggung jawab seorang istri lebih dominan dari pada suami. Selain mengurus rumah tanggga dan anak istri juga bertanggung jawab atas banten dan berbagai sarana upakara keagamaan. Berdasarkan uraian tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi (1) Mengapa pendidikan agama Hindu pada keluarga dengan latar belakang perkawinan lintas agama memiliki problema di Kota Denpasar? (2) Bagaimana proses pendidikan agama Hindu pada keluarga dengan latar belakang perkawinan lintas agama yang memiliki problema di Kota Denpasar? (3) Bagaimana upaya pendidikan agama Hindu pada keluarga dengan latar belakang perkawinan lintas agama yang memiliki problema di Kota Denpasa? Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologis, teori Kostruktivisme dan teori Behaviorisme. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen dengan analisis kualitatif deskriptif interpretatif melalui langkah-langkah reduksi data, klasifikasi data, display data, dan memberikan interpretasi serta mengambil keputusan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada lima permasalahan pokok yang terjadi pada perkawinan dengan latar belakang lintas agama yakni (1) permasalahan upacara dan upakara (2) perbedaan konsep ketuhanan dengan agama sebelumnya (3) masalah penggunaan bahasa lokal (bahasa bali) (4) kurang perhatian dari suami untuk mengajarkan agama Hindu dan (5) permasalahan ekonomi dan tradisi. Proses pendidikan agama Hindu pada keluarga dengan latar belakang perkawinan lintas agama terdiri dari tiga proses yaitu (1) Proses asimilasi (2) proses akomodasi dan (3) proses adaptasi. Upaya pendidikan agama Hindu pada keluarga dengan latar belakang perkawinan lintas agama terdiri dari (1) dukungan dari keluarga (2) pembelajaran sejak dini, dan (3) mencari sumber dan referensi terdekat.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUnhi Pressen_US
dc.subjectpendidikan agama hinduen_US
dc.subjectperkawinan lintas agamaen_US
dc.titlePROBLEMA PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA KELUARGA DENGAN LATAR BELAKANG PERKAWINAN LINTAS AGAMA DI KOTA DENPASARen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:PENDIDIKAN AGAMA HINDU

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover.pdf246.12 kBAdobe PDFView/Open
Abstrak.pdf299.93 kBAdobe PDFView/Open
BAB I.pdf739.09 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.